Pandangan Ulama’ berkenaan Thoriqat


6.0 KESAKSIAN PARA ULAMA BERKENAAN TORIQAT SUFIYYAH DAN AHLI2 SUFI

Di sini kita lihat pula bahawasanya Ulama2 Mu’tabar yang diakui oleh Ummat Islam sepanjang zaman, mengamalkan Toriqat Sufiyyah. Beradasarkan keterangan2 yang sampai kepada kita, Ulama2 Ahlus Sunnah yang terkenal dengan ketinggian Ilmu dan Wara’ mereka, menyebutkan kebenaran Ahli2 Sufi dan Toriqat Sufiyyah!

IMAM HANAFI

Imam Abu Hanifah (81-150 H) berkata :

“Jika tidak karena dua tahun, saya telah celaka. Karena dua tahun saya bersama Sayyidina Ja’far as-Sadiq dan mendapatkan ilmu keruhanian yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar”. (Ad-Durr al-Mukhtar, JILID 1. ms. 43)

Didalam kitab Risalah Ma’rifat Shaikh Yahya Al-Kholidi menyebut : Imam Hanafi dan Imam Malik mengambil ba’iat Toriqat daripada Shaikh Ja’afar Siddiq Radhiallahu Anh.

(Shaikh Ja’afar Siddiq diberi gelaran Imam-at-Toriqah wal Haqiqat disebabkan banyaknya silsilah Toriqat melalui beliau dan juga disebabkan ketinggian beliau didalam Ilmu Haqiqat dan Ma’rifat.)

IMAM AS-SHAFI’E
(150-205 H)

“Mempelajari ilmu fiqih tapi tidak menjalani tasawuf (jalan Ahli Sufi), maka hatinya tidak dapat merasakan (nikmatnya) taqwa, sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana mungkin dia menjadi baik?” [Dewan Al-Imam Asy-Syafi’i,

IMAM AHMAD IBNU HANBALI
(164-241 H)

Berkata Imam :

“Wahai anakku wajiblah diatas engkau mendampingi Ahli-Ahli Tasawwuf itu, kerana mereka itu boleh menambahkan banyaknya Ilmu kita, menambahkan sifat takut dan taqwa kita kepada Allah Ta’ala dan Kasih kita kepada Allah Ta’ala.”
(Risalah Qushairiyyahi)

Wasiat Imam Ahmad kepada anak beliau:

Anakku jika kamu perlu duduk bersama orang-orang sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka tetap mengingat Allah dalam hati mereka. Mereka orang-orang zuhud dan mereka memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi,” –Tanwir al-Qulub, ms. 405, Shaikh Amin al-Kurdi)

Imam Ahmad tentang Sufi:
“Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka” ( Ghiza al-Albab, jilid. 1, ms. 120)

IMAM AL MUHASIBI

Imam Al-Muhasibi bercerita tentang usaha beliau mencari kebenaran dari kalangan berbagai kelompok agama yang masing2 mendakwa sebagai golongan yang benar. Beliau berusaha sambil benar2 mengharap petunjuk Allah kepada golongan yang benar2 mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Akhirnya beliau menemui didalam hati beliau yang diberi sinar petunjuk oleh Allah bahwa golongan sebenar yang bertaqwa kepada Allah dan berpegang teguh dengan Sunnah Nabi adalah Ahli Tasawwuf (Ahli Ma’rifat)

“Yang Maha Pengasih menunjukkan aku, satu kaum yang dalam diri mereka terdapat tanda2 ketaqwaan, simbol2 kewara’an dan utamakan akhirat daripada dunia.” “Aku menjadi yaqin bahawa mereka lah(Ahli Ma’rifat, Ahli Tasawwuf) menempuh jalan akhirat dan mengikuti jejak Rasul. Mereka adalah lampu penerang bagi orang yang meminta penerangan bagi mereka. Dan mereka adalah penunjuk jalan bagi yang memerlukannya” (Abu Abdullah Haris Al-Muhasibi wafat 243 H, Al-Wasaya : ms 27-32)

IMAM AL-QUSHAIRI

“Allah membuat golongan ini yang terbaik dari wali-wali-Nya dan Dia mengangkat mereka di atas seluruh hamba-hamba-Nya sesudah para Rasul dan Nabi, dan Dia memberi hati mereka rahasia Kehadiran Ilahi-Nya dan Dia memilih mereka diantara umat-Nya yang menerima cahaya-Nya. Mereka adalah sarana kemanusiaan, Mereka menyucikan diri dari segala hubungan dengan dunia dan Dia mengangkat mereka ke kedudukan tertinggi dalam penampakan (kasyf). Dan Dia membuka kepada mereka Kenyataan akan Keesaan-Nya. Dia membuat mereka untuk melihat kehendak-Nya mengendalikan diri mereka. Dia membuat mereka bersinar dalam wujud-Nya dan menampakkan mereka sebagai cahaya dan cahaya-Nya .” [ar-Risalat al-Qushayriyya, ms. 2]

IMAM GHAZALI

“Aku yaqin dengan benar bahwa para Ahli Sufi adalah para pencari jalan Allah, dan bahwa mereka melakukan yang terbaik, dan jalan mereka adalah jalan terbaik, dan akhlak mereka paling suci. Mereka membersihkan hati mereka dari selain Allah dan mereka menjadikan mereka sebagai jalan bagi sungai untuk mengalirnya kehadiran Ilahi [al-Munqidh min ad-dalal, ms. 131].

IMAM FAKHRUDDIN AR-RAZI

“Jalan para sufi adalah mencari ilmu untuk memutuskan diri mereka dari kehidupan dunia dan menjaga diri mereka agar selalu sibuk dalam pikiran dan hati mereka dengan mengingat Allah, pada seluruh tindakan dan perilaku” .” [I’tiqadat Furaq al-Musliman,msp. 72, 73]

IBNU KHALDUN

“Jalan sufi adalah jalan salaf, ulama-ulama di antara Sahabat, Tabi’een, and Tabi’ at-Tabi’een. Asalnya adalah beribadah kepada Allah dan meninggalkan perhiasan dan kesenangan dunia” [Muqaddimat ibn Khaldun, MS. 328]

IMAM TAJUDDIN AS-SUBKI

“Semoga Allah memuji mereka dan memberi salam kepada mereka, kaum sufi dan menjadikan kita bersama mereka di dalam syurga. Banyak hal yang telah dikatakan tentang mereka dan terlalu banyak orang-orang bodoh yang mengatakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan mereka. Dan yang benar adalah bahwa mereka meninggalkan dunia dan menyibukkan diri dengan ibadah” “Mereka dalah Ahlillah yang doa dan solat mereka diterima Allah, dan melalui berkat doa mereka Allah menurunkan pertolonganNya. [Mu’eed an-Na’eem wa Mubid An-Niqam, ms. 190

IMAM JALALUDDIN AS-SAYUTI

Sesungguhnya Tasawwuf adalah Ilmu yang mulia…..Ianya adalah Mengikuti sunnah, meninggalkan bid’ah, bebaskan diri dari hawa nafsu, menyerahkan diri kepada Allah sepenuhnya, mecari redha dan cintaNya! “ [Ta’yid Al-Haqiqah al-Aliyyah ]

IBNU ABIDIN

” Para pencari jalan ini tidak mendengar kecuali Kehadiran Ilahi dan mereka tidak mencintai selain Dia. Jika mereka mengingat Dia mereka menangis. Jika mereka memikirkan Dia mereka bahagia. Jika mereka menemukan Dia mereka sadar. Jika mereka melihat Dia mereka akan tenang. Jika mereka berjalan dalan Kehadiran Ilahi, mereka menjadi lembut. Mereka mabuk dengan Rahmat-Nya. Semoga Allah merahmati mereka”. [Rasa’il Ibn Abidin (ms. 172-173]

RASHID RIDA

Dia berkata,”tasauf adalah salah satu pilar dari pilar-pilar agama. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri dan mempertanggungjawabkan perilaku ehari-hari dan untuk menaikan manusia menuju maqam spiritual yang tinggi” [Majallat al-Manar, 1st year, MS. 726].

ABU HASSAN ALI AN-NADWI

Maulana Abul Hasan ‘Ali an-Nadwi anggota the Islamic-Arabic Society of India and Muslim countries. Dalam, Muslims in India, , MS. 140-146, “Para sufi ini memberi inisiasi (bai’at) pada manusia ke dalam keEsaan Allah dan keikhlasan dalam mengikuti Sunah Nabi dan dalam menyesali kesalahan dan dalam menghindari setiap ma’siat kepada Allah SWT. Petunjuk mereka merangsang orang-orang untuk berpindah ke jalan kecintaan penuh kepada Allah” “Di Calcutta, India, lebih dari 1000 orang mengambil inisiasi (bai’at) ke dalam Tasauf” “Kita bersyukur atas pengaruh orang-orang Sufi, ribuan dan ratusan ribu orang di India menemukan Tuhan merka dan meraih kesempurnaan melalui Islam”

IMAM HASSAN AL-BANNA

“Tidak syak juga bahawasanya, dengan ilmu tersebut (tasawwuf), golongan sufi telah mencapai mertabat yang tinggi dalam membaiki jiwa dan mengubatinya, dalam menjadi penawar kepada penyakit jiwa dan menjadi doktor dalam bidang kerohanian, yang tidak dicapai oleh para murobbi yang bukan dari kalangan mereka (golongan sufi).”

“Tidak syak lagi bahawasanya dengan berpegang kepada kaedah-kaedah tasawwuf dalam bidang tarbiah dan suluk membawa kesan yang sangat kuat dalam jiwa dan hati seseorang. Bahkan, kata-kata para sufi dalam bab tarbiah ini mempunyai kesan yang sangat mendalam, yang tidak akan didapati daripada kata-kata selain daripada golongan sufi…”

(Muzakkirat Ad-Da’wah wa Ad-Da’iyyah)

7.0 RUMUSAN

Daripada penjelasan di atas, adalah diharapkan kita mendapat gambaran asas mengenai Toriqat Sufiyyah. Ianya bukanlah perkara baru yang direka oleh Ulama2 tetapi ia adalah amalan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang bersumberkan wahyu Ilahi. Penjelasan ini juga diharapkan dapat menolak kefahaman dan tanggapan yang salah berkenaan Ilmu yang murni ini. Samada ianya berupa penolakan mutlak oleh golongan jahil atau penyalahgunaan oleh golongan sesat!

Semoga kita semua tergolong kedalam mereka2 yang mengikuti jalan kemuliaan Rasulullah ini. Atau sekurang2nya menyanjung dan mengasihi mereka semua!

Rujukan Utama :

Munqiz Ala-Dhalal,
Risalah Qushairiyyah
Muzakkirat Ad-Da’wah wa Ad-Da’iyyah
Haqeqat Tasawwuf

Wallahu A’lam

Advertisements
Comments
One Response to “Pandangan Ulama’ berkenaan Thoriqat”
  1. ibrahim berkata:

    ok

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

  • Top Rated

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 16,894 other followers

%d bloggers like this: